Peppermint untuk sakit tenggorokan

Anda mungkin tahu peppermint sebagai penyedap permen karet, pasta gigi dan teh, tapi juga digunakan secara medis untuk mengobati berbagai penyakit, seperti sakit perut, sakit kepala, kegelisahan, kram menstruasi dan gejala flu biasa, termasuk sakit tenggorokan. Menurut National Institutes of Health, atau NIH, diperlukan lebih banyak informasi ilmiah untuk mendukung penggunaan peppermint untuk gejala flu biasa. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan peppermint medicinally.

Tentang Sore Throat

Tenggorokan, atau faring Anda, adalah tabung yang melewati makanan ke kerongkongan dan udara ke tenggorokan Anda. Terkadang, tenggorokan Anda bisa menjadi sakit karena berbagai alasan, seperti alergi, infeksi bakteri atau flu biasa. Mengobati sakit tenggorokan tergantung penyebabnya. Anda bisa mengisap pelega tenggorokan, minum banyak cairan dan kumur untuk meringankan rasa sakit. Beberapa orang juga mengonsumsi suplemen, seperti peppermint. Obat sakit over-the-counter digunakan untuk menghilangkan gejala.

Bagaimana itu bekerja

Senyawa aktif utama dalam peppermint adalah mentol. Menurut University of Maryland Medical Center, mentol itu menenangkan, mematikan dan menenangkan sakit tenggorokan. Selanjutnya, sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal “Harefuah” pada tahun 2008 menunjukkan bahwa peppermint memiliki aktivitas anti-inflamasi, anti-bakteri dan anti-virus. Minum peppermint dapat membantu menghancurkan organisme infektif yang menyebabkan sakit tenggorokan.

Sumber

Menthol, bahan aktif peppermint, tersedia dalam berbagai produk over-the-counter untuk mengobati pilek dan sakit tenggorokan dan batuk. Ini termasuk gosok dada, inhalasi, pelega tenggorokan dan sirup. Beberapa orang menghirup minyak peppermint untuk mengobati gejala batuk dan pilek, dan sebagai obat penghilang rasa sakit.

Efektivitas

Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa peppermint dapat membantu meredakan sakit tenggorokan Anda. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Bukti Berbasis Komplementer dan Pengobatan Alternatif” pada tahun 2010, mengevaluasi keefektifan minyak peppermint dalam kombinasi dengan minyak esensial dari empat tanaman lainnya untuk mengobati sakit tenggorokan, suara serak atau batuk akibat infeksi saluran pernafasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak esensial dengan peppermint menghasilkan perbaikan segera dan signifikan dalam gejala bila dibandingkan dengan plasebo. Efek ini berkurang setelah tiga hari pengobatan.